Aaaah!” Pinggul Reza mulai terangkat, wajahnya seperti menahan sesuatu ketika kuciumi belahan kemaluannya.“Ooooh………! Bokep tobrut Istirahat dulu wae semalem”“Ga ah, Aku ga nginep, tak istirahat sebentar wae disini ya, ga papa toh?”“Ya gapapa to yaa, santai wae mas ganteeeng” ucapnya menunduk ketika bilang ‘ganteng’.“Weh weh Aku di bribik iki, hahaha”“Lho pancen ganteng toh, moso ayu? Seolah berbicara ‘enak Kak?’Reza kembali mengulum batang penisku, dengan lebih ganas tentunya. Itupun dengan grogi setengah mati, untung saja AC di dalam theater cukup dingan sehingga Aku bisa beralasan jika ditanya macem macem oleh Reza. TIIIN…… TIIIIINNNNNNN……… !! Dibenamkannya wajahku ke selangkangannya sehingga aku sulit bernafas.“Ooooh……! ‘nanti yaa’ katanya, kalau Aku tak salah mengartikan.Tiba saatnya sang biduan yang manis itu maju ke depan, mengambil mic lalu mulai menyanyiada brondong tua tebar-tebar pesona
sukanya daun muda, dia lupa usia
ada brondong tua, funky abis gayanya
sukanya hura-hura, happy aja maunya
brondong brondong tua, jelalatan cari mangsa
keluar masuk lubang buaya, jadi santapan wanita-wanita muda
brondong brondong tua, jelalatan cari mangsa
keluar masuk lubang buaya, jadi




















