Angin malam berembus cukup kencang, tirai putih tertiup dan melambai pelan. Luzia ingat, saat ia sering duduk di balkon memang ada rantai yang menjulur dari langit-langit balkon. Bokep hijab Tidak ada yang ingin ia sia-siakan malam ini, hadiah besar yang kini ada di depannya benar-benar menggoda.Luzia mendesah, ia merasakan bibir Rysh kini mengulum putingnya. Luzia masih menikmati permainan bibirnya dan Rysh, ia menukar ludah dan menggigit pelan bagian bawah bibir Rysh. Musim tern kali ini memang membunuhnya, ia menyesal karena gegabah mengambil waktu dan tidak memperhitungkan datangnya musim terkutuk itu. Apa yang Rysh mau kali ini, apa pria itu mengabaikan perintah Felica untuk menjaganya? Tangannya meraba bagian paha, dan bermain dengan usil di sana.“Hm ” desah Luzia tertahan, ia menutup matanya. Kau ingin membunuhku!” ujar Luzia dengan napas terengah, pergelangan tangannya terasa sangat perih. Aah aku, aku sangat mencintaimu!” tegas Luzia.




















