Tapi menurutku ibu tetap cantik dan menarik.”Dia mulai berani mendekap aku. Bokep jilbab oohh.. Tetapi saat aku tidak menunjukkan reaksi, tangan Randi mulai mengelusi pahaku kemudian menaikkan elusannya ke peruntuku kemudian ke dadaku. “Iya mang napa?”, tanyaku kembali.Ku akui rumah kami memang besar bertingkat, kamar tidur ada 6, diatas dua dibawah tiga dan satu kamar pembantu. Dwi adalah putraku ke dua kelas satu SMP, biasanya pulang jam dua siang. “Ngapain minta maaf, kan saya yang salah dan kamu sudah sesuai prosedur untuk menilang saya”, aku pun menjawab. Direnggutnya rambutku dengan kasar hingga aku nyaris terjatuh. “Apakah saya salah bu, jika kagum terhadap ibu”, dia mulai merayu lagi. Aku pun membalas ciuman mulutnya.“Terimakasih bu, aku sangat puas”, kata Randi berbisik dikupingku.Aku hanya diam tak menjawab, Randi pun langsung keluar rumah dan pergi. Dan akhirnya..“Bi.. Dan tiba–tiba…“Ibu cantik sekali”, kata Randi. Ternyata dia tahu aku telah terangsang dengan tingkahnya.Tiba-tiba tangan kirinya dia taruh ke pahaku. Aku pun lansung angkat teleponnya.“Halo… Selamat pagi”, jawabku.




















