Setelah memepetkan mobilnya pada trotoar, ia segera turun dan mengganti sendiri ban mobilnya di tengah lebatnya hujan. Selesai melakukan penggukuran dan mencatatnya pada whiteboard, Sigmund tak segera mencabut alat yang mendongkrak vagina Reva, ia masih ingin mempelajarinya lebih lanjut dan terperinci.Beberapa setelah itu, Elf jenius yang menganggap dirinya sebagai profesor, beranjak ke ruang sebelah lalu kembali dengan sebilah alat menyerupai penis namun terbuat dari kaca, di lengkap microcamera di dalamnya yang terhubung secara langsung dengan komputer tanpa bantuan kabel. Bokep barat Dara cantik itu tampak begitu gembira, senyum riangnya seperti tak habis-habis ia kembangkan.Selesai membersihkan tubuhnya, Sigmund mengajak Reva untuk sejenak berbincang sambil menikmati secangkir teh yang di seduh dengan air susu dari sungai di belakang rumahnya. Dari alam nyata menuju fantasy, sambil mengoyangkan pinggulnya pelan seakan ingin melumat habis alat yang di sodokkan Sigmund ke dalam mekie-nya, sementara bibir mekie tsb masih menganga, terdongkrak alat bernama speculum.Dinding dalam vagina Reva makin berkedut cepat, tak kuat lagi menahan serangan demi serangan.




















