“Pelan pelan Nov, sakit nich!”, protesku atas tangan Novi yang menggenggam penisku dengan sangat ketat itu.Aku berjalan sambil membuka bajuku ke arah kamarku yang telah kutunjukan pada Novi. Bokep hd Jadi selama ini aku pakai tangan aja”, Jawabku.Sambil tertawa lebar, Novi menghampiriku. Novi seperti ingin protes, tapi terlambat. Setelah jariku menemukannya ternyata sudah basah sekali. Sambil sekali-kali kucoba untuk memasukan lidahku kedalam vaginanya. Aku merasa ngilu sekali dan tangan Novi yang mengocok-ngocok penisku seperti hendak memastikan agar keluar semua air nikmatku.“Sudah Nov.., sudah.., ngilu nich.., uuhh.., sudah”, pintaku padanya. Geli dan nikmat sekali waktu Novi melakukan itu. Karena aku telah menekannya lagi dengan sekali tancap masuklah semua penisku.“Edwiinn!”, teriak Novi keras sekali sambil tangannya memukul-mukul tempat tidur.Aku semakin percepat gerakanku, walaupun aku sudah merasa sedikit lelah dengan pinggangku yang sejak tadi maju mundur terus.“Terus Ed.., oohh.., terus.., teruss.., oohh.., oohh.., aahh”.Novi mengerang bersamaan dengan tercapainya Novi pada puncaknya, sambil tangannya meremas-remas sprei tempat tidur di kanan dan kirinya, badannya tersentak-sentak hanya putih




















