Spermaku pun muncrat dengan deras setelah lima belas menit lamanya aku menggesekgesekkan kemaluanku dalam lobang vaginanya.Sejak kejadian malam itu, aku merasa seperti orang yang ditakdirkan menjadi keponakan yang paling kurang ajar terhadap pamannya sendiri. Bokep hijab rengekku.Dan, Ouuw, tanpa banyak babibu lagi, tangan Bi Supi langsung meraih selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sambil matanya sedikit terpejam. Dan kali ini aku sengaja lebih mengarah.Bi, katanya kalau pertama begituan rasanya sakit yah?Nggak tahu!Lho, waktu pertama dulu Bibi merasa gimana?Lupa!Kalau udah sering gituan, enak ya Bi?Ahh kamu mau tahu aja!Ya emang pingin tahu, Bi! Entah kenapa, waktu itu aku seperti sengaja memancing agar Bi Supi mau ngomong yang jorokjorok. Lalu dia menindihku, sementara tangan kirinya menuntun kemaluanku ke lobang Vaginanya. Sampai suatu saat ada adegan yang agak porno dan panas, tibatiba Bi Supi nyeletuk: Heh, yang ini kamu gak boleh lihat, masih kecil! Matanya terpejam, sedangkan dari bibirnya terus mendesis seperti ular kobra yang hendak mematukkan bisanya.




















