Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Bokepindo Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil.Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Tapi, di depan kamar Tomo aku berhenti.Pintunya terbuka sedikit. Maria. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”Tomo tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Ya kan, setan cilik?”Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Enam bulan pun berlalu. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Tiba-tiba, Tomo menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek.




















