Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.”“Baik Nya.”Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Maya.“Silakan Den, ini kamarnya.”Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Bokep asia Kamu sakit?” Tanya Ibu Maya.“Oh nggak, Bu Saya tidak apa-apa.”“Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parahpenyakitmu.”“Ah.. “Ya Bu saya siap, Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda.Ternyata Ibu Maya tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. , lumayan juga kontolmu.”Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Maya tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia.“Nah, sekarang ceritakan semuanya.”Dengan perasaan malu, aku pun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungku pun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami.Kulihat Ibu Maya mendengarkan dan menikmati




















