Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Bokep barat Kubuka kaca jendela. Segar. Baru 2 km dari rumahnya, aku memukul-mukulkan tanganku ke stir mobil ini. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Dicemberuti oleh si Indri. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Aku masih jauh dari garis alkoholik. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Malam itu begitu indah. Gosh, these girls are so easy. Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan. Menunduk lesu.










