Sampai rumah aku baru sadar bahwa aku belum bertukar nomor handphone dengan Santi. Aku agak bergidik menyadari bahwa Santi tentu akan menelan sendiri cairan vaginanya yang menempel di penisku.“Ayo, bercinta dengan mulutku!” kata Santi.Tanggung. Bokep colmek Banyak pegawai toko yang berdiri di depan tokonya yang tertutup. Makin mendekati putingnya, desahan Santi makin kuat.“Ah.. Aku sudah hampir ke puncak. Oh ya, santi.. Aku sudah hampir ke puncak. Bukan jeritan mungkin, hanya semacam seruan terkejut. Ini cuma misal kok.” Desakku. Cairan orgasmeku sudah mendekat. En.. Ada suara khas yang timbul saat penisku masuk dan keluar dari vaginanya. Mereka menunggu pimpinan atau pemilik tokonya yang akan datang membukakan toko.Sambil berjalan aku merasa diriku diperhatikan dua orang wanita yang tampaknya pegawai yang menunggu tokonya buka. Aku sampai terheran-heran melihat agresifitasnya.“Kok nafsu banget, Santi?” tanyaku.Santi bukan seorang yang hebat kissingnya. Cengkeramannya sangat kuat di penisku.“Oh..” aku menahan nafas sambil merasakan kenikmatan yang kuperoleh dari kocokan santi.Tanganku ikut bergerak ke balik rok mininya.



















