Selanjutnya saya membawa kertas baru & diletakkan di depannya, tangan kananku mulai sejak menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan yang lain diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk & sesekali saya sengaja mengusap punggungnya dgn lembut.Fanny makin tak dapat berkonsentrasi, ketika merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya makin berdegup dgn keras, usapan itu kuusahakan senyaman & selembut bisa jadi & membuatnya makin terlena oleh perasaan yg tidak terlukiskan. Bokepindo “Kak.. uhh”, birahinya memuncak bisa-bisa hingga kepalanya terasa kesemutan, dipegangnya serdaduku. Diapun dapat tersenyum puas & menitikkan air mata bahagia, setelah itu tertidur pulas dipelukanku yg sudah menjadikannya satu orang wanita.Bangun tidur, Fanny membersihkan tubuh di kamar mandi. Fanny semakin menggelinjang & birahinya semakin membara. “Aaahh”. “Ahh” terasa hangat & kencang.“Kak.. Saya memiliki satu buah rumah kecil bersama dua buah kamar, diantaranya ada satu buah kamar mandi yg bersih & harum.




















