“Maaf ya An, kami tak bermaksud menyakitimu. Bokep barat Dalam erangan puncakku, mas Tomy memuntahkan laharnya dalam mulutku. Mbak Sally dan suaminya juga demikian. Aku gak tahu lidah siapa yang bermain di sana, namun kuyakin itu bukan milik suamiku. Perasaanku semakin tidak karuan sehingga aku meminta sopir untuk berhenti dari jarak seratusan meter. “Mas, ayo dong bangun, udah siang nih”! “Udah jam berapa nih say?” Ia menanyakannya dengan senyum. Aku sengaja tidak membawa mobil, aku memilih memakai taksi aja. Suamiku semakin cepat melakukan aksinya, sementara mbak Sally berusaha memberikan rangsangan tambahan dengan mencium memekku.Ia terus menjilat, dan terus saja menjilat lendir vaginaku yang bercampur dengan ludahnya. Lambat laun aku pun mulai terbawa oleh gairahku sendiri sehingga aku sudah tidak peduli lagi dengan keadaan. Bahkan dengan sekaligus tiga langkah. “Nikmati aja sayang, gunakan fantasi liarmu agar kamu bisa terpuaskan…” suamiku berbisik sambil terus meremas-remas payudaraku. Kehidupan seks kami sangat baik, kami sangat terbuka untuk berdiskusi tentang apa saja mengenai hal ini, bahkan pernah




















