Beberapa menit kemudian Pak Qadar menarik tubuh kami mundur beberapa langkah sehingga payudaraku yang tadinya menempel dimeja kini menggantung bebas. Bokep india “Siang Pak !” sapaku dengan senyum dipaksa “Siang, ada perlu apa ?” “Ini Pak, saya mau tanya tentang absen saya, kok bisa lebih padahal dicatatan saya cuma tiga…” demikian kujelaskan panjang lebar dan beliau mengangguk-anggukkan kepala mendengarnya. Dengan memohon belas kasih diriku memelas padanya supaya ada keringanan atau keringanan. Sebentar kemudian lidah Pak Qadar mulai menjilati bibir kemaluanku dengan rakusnya. Penis dalam genggamanku itu kucium dan kujilat perlahan disertai sedikit kocokan. Perlahan-lahan batang itu melesak masuk membelah bibir vaginaku hingga tertanam seluruhnya. Penis dalam genggamanku itu kucium dan kujilat perlahan disertai sedikit kocokan. Hari itu diriku habis 5 batang rokok, padahal sebelumnya jarang sekali diriku mengisapnya. Namun belum sempat diriku mengeluarkan penisnya, Pak Qadar sudah terlebih dulu mengangkat tubuhku. Saat itu adalah detik-detik menjelang Ujian Akhir Semester (UAS).










