Bila kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Bokep brazzers Aku merasa benar-benar haus dan ingin segera mendapatkan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Pasti ia memakai G-String, kataku dalam hati. Sejak saat itu mulai terbina suasana dan hubungan kerja yang hangat, tidak terlalu formal. Hisaap!”Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Indah. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Bagian mana yang akan kau cium?”“Betis yang indah itu!”“Hanya sebuah ciuman?”“Seribu kali pun aku bersedia.”Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan ‘privacy’ yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Karena sangat dekat, walau tersembunyi, dengan jelas dapat kulihat bayangan bibir kewanitaannya. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Sebagai gantinya, kedua tangan Mbak Lia menjambak rambutku.




















