Tidak terlalu ayu. Bokep mom Makin lama makin jelas. Hidungnya tidak mancung tetapi juga tidak pesek. Kemudian menyerahkan celana pantai.“Mbak Hawin, pasien menunggu,” katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Agar kejadian kemarin terulang.Jam berapa aku berangkat. Masih menutupi diri dengan tabloid. Aku tersetrum. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Tapi ia dingin sekali. Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, paha. Shit! Ada dipan kecil panjangnya dua meter, lebarnya hanya muat tubuhku dan lebih sedikit.Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Ke bawah lagi: Turun. Aku dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Sial. Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Yes. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa.




















