Kita akan segera memulai ritualnya!”“Semuanya, Bu?” tanyaku malu-malu. Beberapa saat kemudian, dengan sebotol madu ditangannya , Bu Diah datang dan duduk di sampingku. Bokep Saking pasrahnya aku, sekarang aku sering pulang malam dalam kondisi mabuk untuk menghilangkan sejenak beban yang ada dipikiranku. Kita akan segera memulai ritualnya!”“Semuanya, Bu?” tanyaku malu-malu. “Ooougghh…yeah…enak, Bu!” nafasku semakin memburu. Bu Diah juga mendesah menikmati sambil sesekali menjambak rambutku dan melumat bibirku.Setelah kurang lebih 15 menit bu Diah menggoyangku diatas, sekarang bu Diah turun dari pangkuanku dan menundukkan badannya. Seolah memberikan tanganku peluang untuk bergerak menelusuri paha bagian dalamnya. Gila! anggap saja saya tidak ada. Saya belum pernah merasakan senikmat ini!” aku memang belum begitu pengalaman dalam hal sex. aku juga sempat melirik pahanya yang sedikit tersingkap.Wah, mulus juga pahanya, pikirku. Dan setelah lama aku mencari alamatnya, akhirnya ketemu juga.




















