Aku yang masih sangat normal sebagai lelaki sempat melongo melihat pahanya yang mulus ternyata, dan dia cuek aja tampaknya.Sampai suatu hari, sewaktu liburan UAS sekitar menjelang sore saat aku datang ke kosan belakang seperti biasa, disana hanya ada Yana sendiri, dia memakai daster bunga-bunga tipis selutut, dia sedang didepan komputer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia lagi mengerjakan tugas.“lagi ngapain, An? Bokep live Dah dari kapan? Yang di tempatku kan dah di tonton semuanya” jawabku“yaaah apa aja deeeh” dia memohon“apa dong, ya emang udah ga ada lagi, ada juga bokep tuh klo mau”“mau dong mas mau” dia bilangaku kaget mendengar itu langsung bilang“beneran nih, nanti kepengen repot lagi”“udah sana ambilin, aku iseng ni mas”“tapi nontonnya bareng ya” kubilang“iihh ga mau ah, nanti malah mas Husen pengen, bisa diperkosa aku”“ga bakalan atuh sampe kaya gitu, mau diambilin ga niy? Yana sudah mulai memasukkan tangannya kedalam celana (saat itu aku hanya menggunakan celana boxer) dan CD ku sampai menyentuh kontolku dan kemudian mengelusnya lembut.“mmmhhh










