“Napa, say?” tanyanya heran. Bokep arab Dan tenang saja, suamiku sangat jago mengendalikan muncratannya, jadi aku tidak khawatir muncrat di dalam rahimku. Pada orgasme yang ketiga aku menyerah. Sekitar setengah jam kemudian, mulutku penuh dengan sperma suamiku. Dua hari berikutnya, justru suamiku yang merasakan perbedaan sikapku. Ohhh… aku merasakan sensasi yang biasa kutemui kala sedang bersetubuh. Dia bahkan tak berani menatap wajahku. Segala macam gaya berhubungan badan kami lakukan. Wajah Indun sangat memelas, antara takut, sakit, dan malu. Indun gelagepan. “Aduuuhhh!” teriakku.Sementara suamiku justru tertawa melihat kami jatuh lagi. Tidak kalah dengan penis-penis yang biasa kulihat di BF. Kami bertiga sama-sama kaget, suamiku nampaknya juga menyadari apa yang terjadi. Anakku yang pertama bernama Rika, seorang gadis remaja yang beranjak dewasa. Indun tidak berani lihat suamiku. Suamiku sangat kuat. Tapi aneh juga, aku justru merasakan sensasi yang aneh dengan adanya penis anak yang sudah kuanggap saudaraku sendiri itu dalam vaginaku.Agak kasihan juga lihat mukanya, dan juga muncul rasa sayang.











