Seakan-akan aku tidak peduli dengan puncak kenikmatan yang didapat Douna pertama kalinya. Bokep live Daniel, kamu masih disitu?” tanya Douna.“Iya.. Nikmmaat.. Saat mataku masih asyik menjelajahi ruangan kamar Douna, tiba-tiba sesosok tubuh yang jenjang dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya yang molek.“Daniel, aku minta tolong nih buangan airnya di bathup nggak bisa dibuang” kata Douna sambil tetap berdiri di muka pintu kamar mandi.Aku segera bangkit dari dudukku dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah beberapa saat kemudian Douna membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.“Daniel ternyata Dista memang benar, kamu jago banget dalam urusan sex. “Sss.. Sesekali tanganku mulai semakin berani menjelajahi pinggul Douna, pantatnya yang masih terlihat kencang walaupun sudah menginjak 35 tahun. Saat mataku melihat situasi di sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengah baya yang duduk sendirian. Douna adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 3 hari dinas di Surabaya. Ugh..” rintihnya.Semakin Douna merintih, mendesah dan mengerang, semakin membuat nafsuku bergejolak.


















