Suasananya sepi-sepi saja. Link bokep “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herlambang. Karena apapun yg aku ingin minta, selalu saja diberikan. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Tak terlihat ada pesta. Dua kakakku perempuan semuanya. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah. Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga. Antara lima dan enam tahun. Kehangatan badannya begitu terasa sekali. Saat itu pandangan mataku jadi nanar dan berkunang-kunang. PadahaI waktu itu Lidya sudah dipengaruhi gejolak membara dgn badan polos tanpa sehelai benangpun menempel di badannya.“Kau..”, desis Lidya terputus suaranya. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor.




















