Malu.Namun pengalamanku hari itu dengan Kak Tina membuat aku tambah penasaran mengenai seks. Aku semakin takjub. Bokep barat Aku memicingkan mata, menguceknya dengan tanganku. Yang kulihat di sana sungguh luar biasa, dan tak akan pernah kulupakan. Hati-hati sekali aku tiarap di atasnya. Sesampainya di rumah keadaan memang sangat sepi. Aku tak punya keberanian untuk membongkar paksa.Suatu malam, setelah aku kelas tiga, setelah hampir dua tahun di rumah Pak Rochim, aku sedang tidur dengan Kak Tina di sebelahku. Dia suka membaca. Aku bersemu merah. “Kau sudah pulang, Sapto?”. aah, aku semakin deg-degkan. Sulit ya membacanya?”
Memang kami duduk berdampingan, dengan buku dipegang Kak Tina. Lama kupandangi selangkangan Kak Tina sampai dia mengubah posisinya. Hanya saja, rasanya lengket. Perlahan kutekan dadanya, tetap tidak ada reaksi. Aku yang masih bocah terus membacanya. aah, aku semakin deg-degkan. Hanya itu. Kusentuh lagi dadanya yang satu lagi. Jantungku berdebar-debar. Judulnya Marisa, pengarangnya Freddy S.Kak Tina masih terus menggosok kemaluannya. Membasahi celanaku, juga sedikit membekas di daster Kak Tina.Paginya aku




















