Boleh saya menumpang?” Diana berteriak kepadaku.“Kemana?”
“Rumah. Hangat.“Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. Bokep jepang Gadis ini benar-benar cantik. Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”. Lalu ia memasukkan batang kemaluanku yang besar dan melengkung kedalam mulutnya.“aahh…” LenguhkuKurasakan kehangatan lidah dalam mulutnya. Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu, walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang berani bicara. Kuciumi daerah hitam itu.Aku berhenti, lalu aku bertanya kepada Diana“Diana kamu udah pernah dijilatin itunya?”
“Belum…, kenapa?”. Kami berciuman kembali. Sampai setengah jam kami hanya berdiam. Terdengar suara aneh. Aku menjawabnya dengan senang hati.Terkadang pun aku bertanya padanya. Yang pacaran, ya pacaran. Sambil merokok, dia tampak lebih rileks, kakinya tanpa sadar telah nemplok di dashboardku. Tapi photo kita dulu…”Mereka beraksi saat kuarahkan kameraku kepada mereka. Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita.




















