Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Bokep hijab Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Bu Anis umurnya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Anisa”. “Habis bagaimana?




















