Tangan Azni mulai melepaskan kanAzg kemejaku satu persatu. Kemudian aku meneruskan tusukanku. Bokepindo Sungguh aku dan Azni sudah tidak memperhatikan kalau bisa saja ada orang yang tiba-tiba lewat dekat mobil kami. Kemudian tanpa sadar aku mengecup keningnya. Bahkan kadang-kadang ciumannya terlepas karena Azni tak mampu menahan nikmatnya remasan tanganku dipayudaranya.Tangan Aznipun mulai berani mengelus-elus penisku dari luar. Perkenalkan namaku Rian Saat ini aku sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup besar di Bandung. Ada keperluan sama keluarganya”“Kok kamu gak ikut ?”“Males” jawab dia singkat sambil tersenyum nakal.Akupun ikutan tersenyum. Terasa Azni mulai menggerak-gerakkan pinggulnya sehinga penisku dan vaginanya saling bergesekan walaupun masih dihalangin celana panjangku dan CDnya.Birahiku pun memuncak dan ikut mengerak-gerakkan pinggulku, menyebabkan gesekan antara vaginanya dan penisku makin hebat.“Az, cari tempat yang lebih enak yuk” ajakku dengan nafas sedikit ngos-ngosan.“Boleh, tapi dimana ?” tanya Azni dengan muka merah karena birahi.“Kita buka kamar hotel aja” jawabkuAyo..” kata Azni pasrah.Aku segera bangkit dan membereskan pakaianku.




















