“sshh…, sshh…”Lidahnya terkadang keluar sedikit membasahi bibirnya yang sensual. Dan berjanji untuk selingkuh lagi lain waktu. Bokep live Sampai ketemu.” Pamitku.“Eh, Mas, Mas Ray! Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Politik? Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang.Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Benar-benar kampanye, nih? Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku.Aku cium kening Diana terlebih dahulu, kemudian kedua matanya, hidungnya, kedua pipinya, lalu bibirnya. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Benar-benar kampanye, nih? Kunikmati kecantikan wajahnya. Tubuhnya indah. Bukan menghujat. Boleh ya? Benar-benar kampanye, nih? Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang.Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Aku melambai pada rekan-rekannya.“Diana! Ngantuk. Diana tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka.










