Aku tidak kuat dan“Tantri aku mau keluar”, lenguhku.Tantri hanya tersenyum dan semakin mempererat jepitan kakinya. Bokepindo Tantri kelihatan menikmati sekali sentuhan tanganku pada payudaranya.Sementara tangan kananku mengusap lembut punggungnya. Aku hanya cengar cengir saja mendengar semua omomgannya.“Gimana Chris masih mau mungkir nih…, Bener semua kan ceritaku tadi…?”, Tanyanya antusias.Aku hanya tersenyum kecut. Saat kegelianku datang, payudaranya jadi sasaran amuk tanganku. Kusentuh lembut payudaranya yang kenyal dia tersentak kaget. Serasa ujung syarafku menegang.Kujepit kepalanya dengan dua pahaku, Aku mulia menggumam tak karuan tapi Tantri semakin ganas melumat penisku. Dan aku terus menggoyangnya, tiba-tiba Tantri berteriak dan tangannya memelukku kuat-kuat. Setelah itu Tantri mulai melepas mulutnya dari penisku.Kulihat semuanya sudah bersih dan licin. Chrisnga lembut dan sopan penisku masuk perlahan. Mulutku sudah tak sabar ingin merasakan lidahku sudah berChriscak kagum dan berharap cepat menerobos liangnya beradu dengan daging kecil yang manja itu dengan bulu yang tidak banyak.




















