Kubaca bagian depannya, aku memutuskan untuk tidak tertarik membacanya. Kak Tina nafasnya tak teratur saat membaca bagian yang menceritakan permainan cinta Marisa dengan beberapa laki-laki. Bokep india Samar-samar kuamati ada sekumpulan rambut di sana. “Ya, Kak.., Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Tanpa apa-apa. Keringatnya mengucur, bau badannya tercium begitu menyengat. Sapto! Karena dia tidak pernah menyinggung hal itu, aku biarkan saja.Sampai satu hari kudapati Kak Tina muntah-muntah di kamar mandi. Saat gerakan liarnya selesai, aku merasakan sesuatu keluar dari kemaluanku. Di atas tempat tidur, Kak Tina sedang mengenakan baju kaos warna jingga. Aku tersipu malu. Aku ketagihan. Dia tak melarang. “Cuma bercanda. “Huuaah” Aku menguap panjang, mengeluarkan bau naga. Aku terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan ludah. Ternyata Kak Tina tidak terpengaruh. Erangannya berubah menjadi jerit tertahan. “Kau sudah pulang, Sapto?”. Aku menikmati saat itu. Mengeluarkan sapi dan menambatkannya di kebun belakang rumah, lalu kemudian mengisi bak mandi. Kuingat cerita Nick Carter yang kubaca beberapa waktu yang lalu.




















