Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak Indira dan sisiku. Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Bokep montok Namun sama sekali aku tak merasakan apa-apa.Dan sikapku tetap dingin meskipun Lidya sudah melingkarkan tangannya ke leherku. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Namun nggak mau dirayakan. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan. Karena sikap dan tingkah laku sehari-hariku masih, dan aku belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aku bertemu dgn Lidya. Namun dia tak sendiri. Lidya berada tepat di atas badanku, sehingga aku bisa melihat seluruh lekuk badannya dgn jelas sekali.Entah kenapa tiba-tiba sekujur badanku menggelelar ketika penisku tiba-tiba menyentuh sesuatu yg lembab, hangat, dan agak basah. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Padahal Bapak paling sayg padaku.




















