Wajahnya masih cantik, dan tubuhnya cukup mempesona.Aku yg ada disebelahnya sambil membawa barang bawaan ini terus mencuri pandang kearah belahan dada perempuan itu, tampak buah dadanya besar dan montok sekali, bajunya yg klasik itu menambah pesona benda favoritku itu.“mm…mbak namanya siapa?”,“Saya JuLita mas, tapi biasa dipanggil Lita”,“ooh, kenalin saya Subhan”,“mas orang baru disini?”,“iya, cari batu akik, mbak kok sendiri aja?”,“iya, suami saya udah gak ada”. Bokep crot hehe…” Lita dan Dina mendekat, lalu menempelkan buah dada mereka kepenisku.Buah dada itu bertabrakan, dan ditengah tengahnya ada penis besarku yg tampak ingin meletus. Beberapa menit kemudian, Lita tampak sudah menggelinjang, segera angkat pinggulnya, kini ia merunduk. “mmmf…mas….sedotanmu…si kecil ini kalah hebat…uuuhf”,“slruuup…mmm…iya dong, saya memang ahlinya…srluuup…slruup” Air ASI Dina tak habis ku sedot terus. Penisku kini sedang dilumat benda benda kenyal yg dibasahi air susu.“mas….enak gak? Maaf tadi Dina gak bisa ikut” Aku terkejut lagi, kini muncul seorang perempuan lain,“Iya Dina, gapapa, untung ada mas Subhan ini yg bantu”,“wah, makasih mas, kenalin saya YuDina, adiknya




















