Terlihat jelas dia sudah mabuk, mukanya merah dan jalannya agak sempoyongan. Bokep china Pukul pantatnya!” Dia berusaha untuk keluar dari lingkaran itu, tapi mereka merapat dan tak membiarkannya lolos. “Sayang, kamu selalu ingin agar aku memamerkan tubuhku, kan? Kurasa kalian tak bisa menyalahkan mereka, karena mereka dikelililingi para wanita yang hanya berpakaian dalam dan bahkan bertelanjang dada saja. Kuhabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam di dalam ruang makan hingga akhirnya kuputuskan untuk kembali ke ruang keluarga, kembali ke pesta, berharap suasana akan jadi sedikit mereda.***Hal pertama yang aku saksikan adalah Maggie yang kembali berdansa. Dia terlihat sedikit cemas tapi aku katakan padanya agar tak perlu merisaukanku dan menyuruhnya untuk terus bersenang senang dengan teman-temannya.Aku rebah di atas kasur untuk beberapa jam berikutnya, mendengarkan semua yang tengah berlangsung di lantai bawah. “Selamat malam, sayang.”Aku terbaring di atas ranjang untuk berapa lamanya, aku tak tahu, menatap langit-langit dan membayangkan gerangan apakah yang telah kusaksikan semuanya ini.




















