Yang dipikirkannya cuma bagaimana ia menguasai diri. Secepatnya ia meraih semua pakaian dan mengenakannya kembali. Bokep live Tapi lama-lama ia penasaran juga. Tangan kanan si mungil terus mengurut sementara tangan kirinya mulai membuka belahan pantat Windu. Dengan sigap si mungil kini duduk di atas perut Windu lalu mulai menunduk menciumi dadanya yang bidang. Wajah Windu pucat pasi.“Emmm, aku mau ke kamar mandi sebentar…!” Windu menggeser tubuh telanjangnya sehingga mau tak mau si mungil bergerak ke samping membiarkan Windu bangkit dari tempat tidur. Entah mengapa panggilan “mas” itu membuatnya terangsang. Tidak didengarnya ketukan di pintu yang berulang-ulang memanggil namanya dengan nada penuh kekhawatiran. Windu hanya tersenyum kaku sambil terus naik ke atas tangga, berbelok ke kiri menuju deretan kamar berpintu. “Mau yah, mas… dijamin deh…”
Dada Windu kembali berdebar tidak menentu. Windu menahan nafas. Paling jadi tegang yang lain…” si mungil mulai nakal dengan ucapannya, sambil memperkeras pijatannya di punggung Windu.




















