Biar mati aku akan lawan kamu Ronad.. Bokepindo Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam.. Bunyi, plok, plok, plok bijih pelernya yang memukuli kemaluanku tidak kunjung henti. Akhirnya sekitar jam 9 pagi aku berpikir sebaiknya aku turun ke lobby sambil mencuci mata melihat etalase toko di seputarnya. Dia tetap hanya mengira aku kurang sehat dan dilanda rasa bosan. Jangan borgol aku.. Uucchh..Kami langsung roboh. Dari dalam aku teriak kasar, mau apa kamu, yang dia sahuti dengan halus.“Sebentar saja zus, aku mau bicara. Aku yakin pantatku mulai terluka, mungkin berdarah. Kakinya langsung mengganjal pintu dan dengan kaki lainnya mendorong, dia masuk. Dia nampak tidak berusaha memandang aku. Aku menyenangi keindahan yang serba alami. Blezzhh..Dia kembali memompa. Aku tak mampu menahan ingatan itu dan mualku makin menjadi-jadi. Dia menindih berat dengan dadanya. Kami dilanda histeris bersamaan. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras.




















