Aku melirik ke kedua anakku, Anita dan Marko. Bokep crot Sebuah ciuman mendarat di pipiku. Tinggal aku seorang diri dengan dua orang anak yang masih membutuhkan perhatian penuh. Tinggal kabarkan”, katanya.Hatiku bersorak ria. Kembali erangan suaranya terdengar tanda birahinya mulai menaik lagi. “Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Anak-anak yang lucu dan pintar ini sangat mengisi kekosonganku. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.“Santai saja, anggap di rumah sendiri”, lanjutnya sebelum menghilang ke balik pintu.Dua puluh menit menunggu itu rasanya seperti seabad. Selama pembicaraan itu sulit mataku terlepas dari bongkahan dadanya yang menonjol padat. Ia meremasnya. BH merah kecil yang dikenakannya menutupi hanya sepertiga buah dadanya memberikan pemandangan yang indah. Rambutnya hitam tergerai sampai di punggungnya. Aku berdiri menyambutnya.“Selamat datang ke rumahku”, katanya.Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Anita kini berusia sepuluh tahun dan Marko adiknya berusia enam tahun. Spermaku memancar deras. Apalagi aku bukan orang Cina.




















