Naiki Aku Tanpa Henti, Adik Tiri Yang Tak Puas-puas

Ia berusaha manahan tawanya.“Dan saya yang memilih di bab mana saja yang harus kamu cium, OK?”“Deal, my lady!”“I like it!” kata Mbak Lia sambil bangun dari sofa.Ia melangkah ke mejanya kemudian menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yang besar. Bokepindo Mbak Lia mengangguk. Tak usang kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Sangat menarik, tidak besar tetapi terang bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.Di dalam ruang kerjanya yang besar, persis di samping meja kerjanya, terdapat seperangkat sofa yang sering dipergunakannya mendapatkan tamu-tamu perusahaan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Gerakannya lambat menyerupai bermalas-malasan. Kuhirup aroma kewanitaannya dalam-dalam, seolah vaginanya yaitu nafas kehidupanku.“Fantastis!” kata Mbak Lia sambil mendorong kepalaku dengan lembut. Kenyal.“Suka, Jhony?” Aku mengangguk.“Tunjukkan bahwa kamu suka. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bab atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar.

Naiki Aku Tanpa Henti, Adik Tiri Yang Tak Puas-puas

Related videos